Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Asesmen Formatif dan Merdeka Belajar

Kita telah mempelajari prinsip merdeka belajar. Masih ingat bagaimana karakteristik murid merdeka belajar? Benar, murid yang mandiri mengerjakan tugas belajar, tahan menghadapi kesulitan dan adaptif menghadapi perubahan. Bagaimana kita sebagai guru bisa mendorong murid merdeka belajar dengan melakukan asesmen formatif? Yang membedakan asesmen formatif dengan asesmen sumatif yaitu pelibatan murid menjadi faktor penentu asesmen. Lantas bagaimana asesmen formatif bisa bisa melibatkan murid sehingga bisa menumbuhkan murid merdeka belajar? Mari simak penjelasan di bawah ini. 
 

Asesmen formatif untuk merdeka belajar mengedepankan proses dimana:

  1. Murid memahami tujuan belajarnya.
  2. Murid memberikan dan mendapatkan umpan balik yang konstruktif dalam proses belajarnya melalui dialog dan refleksi
  3. Murid mendapatkan tantangan bertingkat yang bermakna melalui tahapan pembelajaran
  4. Murid terlibat aktif dalam pembelajaran dan berpikir melalui pertanyaan-pertanyaan, baik yang muncul dari dirinya sendiri maupun pertanyaan panduan dari guru sebagai fasilitator
  5. Murid terlibat aktif mencari informasi untuk menjawab pertanyaan dan melakukan perbaikan
  6. Murid mampu menunjukan toleransi terhadap kekeliruan.

Dari proses-proses ini dapat dilihat bahwa cara 5M: Membangun Keberlanjutan, sangat dominan dalam proses asesmen formatif untuk Merdeka Belajar. Berupa praktik pembelajaran yang memandu murid mengalami rute pengalaman belajar yang terarah dan berkelanjutan melalui umpan balik dan berbagi praktik baik.


Asesment formatif dalam pembelajaran sangat efektif karena akan mendapat umpan balik langsung dari siswa sebagai informasi untuk guru dan bisa melakukan rencana tindak lanjt dalam pembelajaran seanjtnya. Asesement formatif tidak selalu harus dilakukan melaui Tes, Biasakan murid menilai dirinya sendiri serta temannya. Dalam Asesement butuh rencana dan terstruktur


1. Asesmen formatif tidak slalu dilakukan dengan cara memberikan tes. 2, AF dapat terintegeasi dengan aktifitas belajar yang sedang dilakukan. 3. AF butuh direncanakan dan terstruktur. 4. Banyak cara utk menentukan AF sesuai kebutuhan belajar. 5. AF sebisa mungkin cepat diketahui hasilnya. 6. Jangan lupa untuk diskusi untuk keperluan menyampaikan umpan balik. 7. Biasakan murid menilai diri sendiri dan memberikan umpan balik pada teman sebaya


Nah demikianlah, semoga bermanfaat bagi adik-adik kuliah yang membutuhkannya. Jangan lupa share ke temaan-teman yang membutuhkan informasi ini.

Posting Komentar untuk "Asesmen Formatif dan Merdeka Belajar"